TARO, GIANYAR – Desa Wisata Taro kembali memperoleh peluang strategis untuk memperluas jejaring pariwisata sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali. Sebanyak 100 peserta dari Bank Indonesia Jawa Tengah direncanakan akan melaksanakan kegiatan outbound di Desa Wisata Taro pada November 2026 mendatang.

Rencana kegiatan tersebut disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi) Bali, I Made Mendra, dalam audiensi dan koordinasi bersama Pemerintahan Desa Taro, Jumat (30/10/2026). Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Perbekel Taro, I Wayan Warka, serta dihadiri Ketua Pokdarwis Desa Wisata Taro, I Wayan Gede Ardika, SE, dan Direktur BUMDesa, I Wayan Kerta.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sekaligus membangun koordinasi awal terkait kesiapan Desa Wisata Taro sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan outbound yang akan melibatkan sekitar 100 peserta dari Bank Indonesia Jawa Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, I Made Mendra menyampaikan rencana kegiatan sekaligus dukungan terhadap Desa Wisata Taro. Alokasi kegiatan dengan jumlah peserta yang cukup besar ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan beliau dalam membuka peluang promosi, memperluas jejaring, serta mendorong pemanfaatan potensi desa melalui kegiatan yang melibatkan institusi berskala nasional.

DUKUNGAN DAN PENDAMPINGAN SEJAK 2021
Dukungan I Made Mendra terhadap Desa Wisata Taro bukanlah sesuatu yang baru. Sejak tahun 2021, beliau telah memberikan perhatian, dukungan, dan pendampingan terhadap perjalanan pengembangan Desa Wisata Taro.
Konsistensi dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Desa Taro membangun dan memperkuat identitasnya sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal, budaya, alam, dan spiritualitas.
Dalam pengembangan desa wisata, dukungan dan pendampingan dari jejaring pariwisata memiliki arti strategis. Kemajuan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh kekayaan potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan membangun relasi, membuka akses, memperluas promosi, serta menghadirkan peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Rencana kegiatan outbound Bank Indonesia Jawa Tengah dengan jumlah peserta sekitar 100 orang pada November 2026 menjadi salah satu wujud dukungan tersebut. Kesempatan ini diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi Desa Wisata Taro untuk memperkenalkan keunggulan destinasi sekaligus menunjukkan kapasitas desa dalam menerima dan mengelola kegiatan wisata berbasis kelompok maupun kelembagaan.

KOORDINASI TEKNIS BERSAMA POKDARWIS DAN BUMDESA
Selain menyampaikan rencana kegiatan, audiensi tersebut juga menjadi ruang koordinasi antara I Made Mendra dengan unsur pengelola Desa Wisata Taro, khususnya Ketua Pokdarwis dan Direktur BUMDesa.
Pembahasan mencakup berbagai aspek teknis dan persiapan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan outbound dengan jumlah peserta yang direncanakan mencapai 100 orang.
Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain kesiapan destinasi, pengaturan teknis kegiatan di lapangan, koordinasi antarpengelola, kebutuhan fasilitas pendukung, serta berbagai aspek pelayanan yang perlu dipersiapkan agar kegiatan nantinya dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.
Keterlibatan Pokdarwis dan BUMDesa memiliki peran penting dalam proses tersebut. Pokdarwis sebagai unsur penggerak dan pengelola aktivitas pariwisata berperan dalam mendukung kesiapan destinasi serta pengalaman kegiatan wisata. Sementara itu, BUMDesa memiliki peran strategis dalam mendukung aspek kelembagaan ekonomi, pengembangan potensi usaha, serta keterlibatan produk dan layanan lokal.
Dengan jumlah peserta yang cukup besar, koordinasi yang matang menjadi salah satu faktor penting. Diperlukan sinergi antara Pemerintahan Desa Taro, Pokdarwis, BUMDesa, serta pihak-pihak pendukung lainnya agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara optimal.
Lebih dari sekadar mempersiapkan sebuah kegiatan outbound, koordinasi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat tata kelola destinasi dan meningkatkan kesiapan sumber daya lokal dalam menyambut berbagai kegiatan dari institusi maupun organisasi berskala nasional.
PELUANG MEMPERLUAS PROMOSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI MASYARAKAT
Rencana kehadiran 100 peserta Bank Indonesia Jawa Tengah memiliki arti strategis bagi pengembangan Desa Wisata Taro. Kegiatan ini berpotensi menjadi sarana promosi langsung yang memperkenalkan karakter, keunikan, dan pengalaman wisata yang ditawarkan desa kepada peserta dari luar Bali.
Desa Wisata Taro memiliki kekuatan tersendiri melalui identitas “An Eco Spiritual Destination”, yang mengintegrasikan keindahan alam, kekayaan budaya, tradisi, kehidupan masyarakat, dan nilai-nilai spiritual dalam satu kesatuan pengalaman wisata.
Berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari kawasan konservasi Lembu Putih Taro, Pura Agung Gunung Raung, kawasan wisata alam, hingga produk-produk UMKM masyarakat, menjadi modal penting dalam menghadirkan pengalaman kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga memperkenalkan identitas dan kearifan lokal.
Apabila terlaksana sesuai rencana, kegiatan ini juga berpeluang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan layanan wisata, keterlibatan pelaku UMKM, kebutuhan konsumsi, transportasi, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya yang dapat melibatkan pelaku usaha dan kelembagaan ekonomi desa.
Dengan demikian, kegiatan outbound tidak hanya dipandang sebagai aktivitas rekreasi, kebersamaan, dan pengembangan kapasitas peserta, tetapi juga sebagai salah satu pintu masuk untuk memperluas promosi destinasi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Kehadiran rombongan dalam jumlah besar juga menjadi kesempatan bagi Desa Wisata Taro untuk menunjukkan bahwa desa wisata memiliki potensi dan kapasitas dalam mengelola kegiatan kelompok dengan dukungan kelembagaan serta partisipasi masyarakat.
MEMPERKUAT KOLABORASI UNTUK MASA DEPAN DESA WISATA TARO
Bagi Desa Taro, setiap peluang kolaborasi dengan institusi maupun jejaring pariwisata merupakan kesempatan berharga untuk memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kepercayaan terhadap kapasitas pengelolaan destinasi.
Dukungan yang telah terjalin sejak 2021 hingga rencana kegiatan pada November 2026 memperlihatkan pentingnya kesinambungan pendampingan, komunikasi, dan kolaborasi dalam membangun sebuah destinasi wisata.
Pemerintahan Desa Taro bersama Pokdarwis dan BUMDesa terus berupaya memperkuat pengelolaan potensi desa agar semakin siap menyambut berbagai peluang kegiatan, kunjungan, maupun kerja sama dengan berbagai pihak.
Harapannya, rencana outbound Bank Indonesia Jawa Tengah yang melibatkan 100 peserta ini dapat terlaksana dengan baik dan menjadi momentum positif bagi Desa Wisata Taro untuk semakin dikenal luas, memperkuat jejaring kelembagaan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebab, membangun desa wisata bukan hanya tentang menghadirkan destinasi yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan bahwa setiap peluang pariwisata mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Desa Wisata Taro tidak hanya menawarkan tempat untuk dikunjungi, tetapi juga menghadirkan pengalaman untuk mengenal harmoni alam, budaya, tradisi, spiritualitas, dan kehidupan masyarakat Bali.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan pelestarian warisan lokal, Desa Wisata Taro terus berkomitmen mengembangkan potensi yang dimiliki untuk mewujudkan pariwisata berkualitas, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya.
PEMERINTAHAN DESA TARO
DESA WISATA TARO – AN ECO SPIRITUAL DESTINATION
Merawat warisan, memperkuat kolaborasi, membuka peluang, dan membangun pariwisata berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.