TARO, TEGALLALANG — Turnamen futsal ST Giri Madya Cup I Tahun 2026 mencapai puncaknya dengan menghadirkan pertandingan dramatis, dukungan suporter yang membahana, serta semangat persatuan generasi muda. Berlangsung di Lapangan Ki Walung Singkal, Banjar Taro Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Rabu, 28 Oktober 2026, partai final ini menjadi panggung pembuktian kemampuan tim sekaligus ruang kebersamaan masyarakat yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Dukuh FC keluar sebagai juara setelah menaklukkan Lake Side dengan skor tipis 4–3 dalam pertandingan yang menegangkan hingga menit-menit terakhir. Sebuah gol bunuh diri akibat kesalahan mengantisipasi bola oleh penjaga gawang Lake Side menjadi salah satu momen paling menentukan dalam laga puncak tersebut.

Di luar persaingan di lapangan, malam final juga diwarnai prosesi pengucapan Sumpah Pemuda, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penyerahan penghargaan kepada para juara, serta hiburan yang melibatkan sejumlah penampil. Perpaduan olahraga, nasionalisme, dan kreativitas tersebut menjadikan STGM Cup I 2026 lebih dari sekadar kompetisi futsal antartim.

ST Sari Mekar Rebut Posisi Ketiga, Yopa FC Tempati Peringkat Keempat
Rangkaian pertandingan pada hari final diawali dengan laga persahabatan antara Wasit dan Taro Legend. Pertandingan pembuka ini menghadirkan suasana kebersamaan sebelum perhatian penonton beralih pada pertandingan perebutan posisi ketiga dan partai puncak.
Pada perebutan tempat ketiga, ST Sari Mekar dari Banjar Wanagiri, Kintamani, berhadapan dengan Yopa FC dari Banjar Suter, Kintamani. Kedua tim berusaha menutup perjalanan turnamen dengan hasil terbaik melalui pertandingan yang berlangsung ketat.

ST Sari Mekar akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 3–2. Hasil tersebut memastikan mereka menempati posisi ketiga, sementara Yopa FC mengakhiri turnamen di peringkat keempat.
Kendati belum berhasil naik ke podium tiga besar, Yopa FC tetap memperoleh apresiasi atas pencapaiannya. Sebagai juara keempat, tim tersebut menerima piala, uang tunai, piagam penghargaan, dan medali. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas perjuangan tim yang berhasil menembus empat besar dalam kompetisi.

Grand Final Penuh Ketegangan, Dukuh FC Menang 4–3 atas Lake Side
Partai puncak mempertemukan Dukuh FC dari Banjar Dukuh dengan Lake Side dari Banjar Ulundanu. Kedua tim membawa ambisi besar untuk mengukuhkan nama mereka sebagai juara pertama dalam sejarah penyelenggaraan ST Giri Madya Cup.

Sejak awal pertandingan, tensi kompetisi terasa kuat. Setiap serangan, peluang, dan upaya mempertahankan gawang menjadi bagian dari duel yang menyita perhatian penonton. Dukungan suporter menambah atmosfer pertandingan, sementara kedua tim berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk menciptakan gol.
Berdasarkan rekapitulasi pertandingan, Lake Side mencetak gol melalui Dimnas pada menit ke-2, Yoga pada menit ke-3, dan Sudaku pada menit ke-15. Dukuh FC membalas melalui Mang Adi pada menit ke-12, Ruspa pada menit ke-14, Widi pada menit ke-27, serta satu gol bunuh diri.
Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, drama terjadi di area pertahanan Lake Side. Dalam situasi mengantisipasi bola, penjaga gawang Lake Side melakukan kesalahan yang berujung gol bunuh diri. Bola yang seharusnya dapat diamankan justru masuk ke gawang sendiri, memberikan keuntungan krusial bagi Dukuh FC.

Momen tersebut menjadi titik balik yang menentukan hasil pertandingan. Di tengah tekanan menjelang akhir laga, gol itu mengubah situasi sekaligus membawa Dukuh FC semakin dekat dengan gelar juara.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 4–3 tetap bertahan untuk kemenangan Dukuh FC. Hasil ini memastikan Dukuh FC berdiri di podium tertinggi STGM Cup I 2026, sedangkan Lake Side harus puas sebagai runner-up.
Drama tersebut menjadi gambaran betapa tipisnya batas antara kemenangan dan kekalahan dalam futsal. Satu kesalahan antisipasi atau satu peluang pada detik-detik krusial dapat mengubah hasil pertandingan. Namun, di balik hasil akhir, perjuangan kedua tim tetap menjadi bagian penting dari cerita turnamen.
Sumpah Pemuda Menggema di Lapangan, Devia Dikan Nyanyikan Indonesia Raya
Usai rangkaian pertandingan, acara berlanjut dengan prosesi pengucapan Sumpah Pemuda yang dipimpin Ketua ST Giri Madya, I Wayan Ananda Krisna Dinata. Momentum ini memberikan makna tersendiri karena malam final berlangsung tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.
Pengucapan Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam merawat persatuan, membangun solidaritas, dan menjaga semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.
Suasana nasionalisme kemudian diperkuat melalui penampilan bintang tamu cilik Devia Dikan yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut menghadirkan suasana khidmat di tengah kemeriahan acara olahraga.
Perpaduan antara kompetisi futsal dan prosesi kebangsaan menunjukkan bahwa kegiatan kepemudaan dapat menjadi sarana menanamkan nilai-nilai persatuan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lapangan tidak hanya menjadi tempat menguji kemampuan olahraga, tetapi juga ruang untuk merayakan kebersamaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Dihadiri Tokoh Daerah, Unsur Pemerintahan, Kepolisian, dan Prajuru Adat
Final ST Giri Madya Cup I 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh daerah dan unsur pemerintahan. Hadir Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Ketut Sudarsana, anggota DPRD Kabupaten Gianyar Ni Made Astiti, Kapolsek Tegallalang, Sekretaris Camat Tegallalang yang mewakili Camat Tegallalang, Babinsa Taro, Bhabinkamtibmas Taro, serta prajuru adat dan dinas Banjar Taro Kaja.
Turut hadir Ketua BPD Taro I Wayan Suardika, S.H., M.H., dan Perbekel Taro I Wayan Warka. Kehadiran unsur kelembagaan desa tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan yang digerakkan oleh generasi muda di Banjar Taro Kaja.
Ketua ST Giri Madya, I Wayan Ananda Krisna Dinata, menjadi salah satu figur sentral dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Melalui turnamen ini, organisasi kepemudaan menghadirkan ruang bagi anak muda untuk berkompetisi, berkolaborasi, dan mempererat hubungan sosial lintas banjar.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung kegiatan olahraga di tingkat lokal. Sinergi tersebut dapat memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus mendorong terselenggaranya kegiatan kepemudaan yang tertib, aman, dan produktif.
Dukungan I Nyoman Parta dan Putu Diah Pradnya Maharani
Dukungan terhadap ST Giri Madya Cup I 2026 juga datang dari berbagai pihak di luar penyelenggara. Anggota DPR RI I Nyoman Parta, S.H., hadir sehari sebelumnya, pada puncak pertandingan semifinal, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga dan kepemudaan yang berlangsung di Banjar Taro Kaja.
Dukungan juga diberikan oleh Bupati Gianyar serta anggota DPRD Provinsi Bali Putu Diah Pradnya Maharani, B.Sc., yang dikenal dengan sapaan Gek Diah.
Dukungan dari unsur legislatif dan pemerintah daerah tersebut melengkapi keterlibatan masyarakat serta berbagai mitra yang turut membantu penyelenggaraan turnamen. Kolaborasi semacam ini menjadi bagian penting dalam membuka ruang kegiatan positif bagi generasi muda, terutama melalui olahraga yang menanamkan disiplin, kerja sama, dan sportivitas.
Bawa Garden Sumbangkan Bonsai Premium, Sponsor Lokal Turut Berkontribusi
Kemeriahan final semakin terasa melalui dukungan sponsor dan pembagian doorprize. Bawa Garden menjadi salah satu pendukung yang memberikan sumbangan bonsai premium sebagai hadiah doorprize.
Selain Bawa Garden, dukungan juga datang dari Desa Wisata Taro, Poleng, Arca Dewata, Walet, serta berbagai sponsor lokal maupun nonlokal lainnya.
Keterlibatan sponsor menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan turnamen, baik dari sisi penyelenggaraan pertandingan maupun rangkaian kegiatan pendukung. Kontribusi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pelaku usaha dan berbagai elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam menghidupkan kegiatan kepemudaan.
Dukungan terhadap acara olahraga di tingkat banjar juga membuka peluang bagi tumbuhnya kebersamaan antara komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. Turnamen bukan hanya menjadi panggung kompetisi, melainkan juga ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak dalam satu kegiatan bersama.
Empat Tim Terbaik Menerima Penghargaan, Pemain dan Suporter Turut Diapresiasi
Setelah pertandingan berakhir, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah yang berlangsung meriah dan penuh euforia. Para pemain, pendukung, dan masyarakat menyambut momen tersebut sebagai puncak apresiasi atas perjuangan tim sepanjang kompetisi.
Empat tim terbaik menerima penghargaan sesuai hasil turnamen, dengan rincian sebagai berikut:
- Juara I: Dukuh FC.
- Juara II: Lake Side.
- Juara III: ST Sari Mekar.
- Juara IV: Yopa FC.
Keempat tim memperoleh pengakuan atas pencapaian masing-masing. Khusus Yopa FC sebagai juara keempat, penghargaan yang diberikan berupa piala, uang tunai, piagam penghargaan, dan medali.
Selain penghargaan tim, panitia juga memberikan apresiasi individual dan kelompok kepada mereka yang dinilai menonjol selama turnamen. Penghargaan tersebut meliputi:
- Best Soccer: Pemain Lake Side.
- Kiper Terbaik: Penjaga gawang Dukuh FC.
- Pemain Terbaik: Pemain Dukuh FC.
- Suporter Terbaik: Suporter Taro Kelod.
Penyerahan penghargaan melibatkan prajuru Banjar Taro Kaja, Perbekel Taro I Wayan Warka, Kapolsek Tegallalang, ketua panitia, serta Ketua ST Giri Madya I Wayan Ananda Krisna Dinata.
Penghargaan individu menjadi pengakuan terhadap kontribusi pemain, kualitas permainan, dan kemampuan menjaga gawang. Sementara itu, penghargaan bagi suporter menunjukkan bahwa atmosfer kompetisi turut dibentuk oleh dukungan positif penonton yang memberikan energi kepada tim masing-masing.
Pemberian penghargaan kepada empat tim terbaik sekaligus kategori individu menegaskan bahwa pencapaian dalam olahraga tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi juga dari kontribusi, konsistensi, dan semangat yang ditunjukkan sepanjang turnamen.

Devia Dikan, Bayu KW, Rejuna Koplo, dan DJ Meriahkan Malam Penutupan
Usai prosesi penyerahan hadiah, kemeriahan ST Giri Madya Cup I Tahun 2026 berlanjut dengan rangkaian hiburan yang menjadi penutup perayaan malam final.
Bintang tamu cilik Devia Dikan tampil membawakan lagu-lagu nasionalis serta lagu ciptaannya sendiri. Penampilannya menghadirkan perpaduan semangat kebangsaan dan kreativitas generasi muda, sekaligus melengkapi suasana perayaan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Suasana kemudian semakin semarak melalui penampilan Bayu KW, Rejuna Koplo, serta pertunjukan DJ yang menghibur masyarakat dan para pendukung yang hadir di Lapangan Ki Walung Singkal.

Rangkaian hiburan tersebut melengkapi perhelatan yang memadukan kompetisi olahraga, semangat nasionalisme, apresiasi prestasi, dan seni pertunjukan. Lebih dari sekadar penutupan turnamen, malam itu menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk merayakan perjuangan para peserta sekaligus mempererat persaudaraan antargenerasi muda.
STGM Cup I 2026, Investasi Sosial bagi Generasi Muda
Penyelenggaraan ST Giri Madya Cup I 2026 memperlihatkan pentingnya ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun jejaring persaudaraan, dan menyalurkan energi melalui kegiatan produktif.
Di balik persaingan memperebutkan trofi, terdapat nilai-nilai yang lebih luas: kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas, penghormatan terhadap lawan, serta kemampuan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Drama gol bunuh diri dalam grand final akan menjadi salah satu momen yang mudah diingat dari turnamen ini. Namun, keberhasilan penyelenggaraan tidak semata-mata ditentukan oleh kemenangan Dukuh FC atau hasil yang diraih Lake Side. Partisipasi seluruh tim, dukungan suporter, keterlibatan masyarakat, serta kontribusi berbagai pihak juga menjadi bagian dari keberhasilan bersama.
Berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, STGM Cup I 2026 membawa pesan bahwa pemuda bukan sekadar peserta kompetisi, melainkan juga penggerak persatuan dan kebersamaan di lingkungan sosialnya.
Dukungan masyarakat, unsur pemerintahan, aparat keamanan, sponsor, dan seluruh pihak yang terlibat menjadi modal penting untuk mendorong keberlanjutan kegiatan kepemudaan yang berkualitas pada masa mendatang.
Pada akhirnya, Dukuh FC berhak membawa pulang gelar juara pertama, tetapi semangat sportivitas, persaudaraan, dan persatuan menjadi nilai yang dapat dibawa pulang oleh seluruh peserta dan masyarakat.
STGM CUP I 2026 — Dari Lapangan untuk Persaudaraan, dari Pemuda untuk Masa Depan.