Dalam rangka mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur desa serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan Peningkatan Jembatan di Banjar Alas Pujung yang dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026.


Kegiatan pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa Taro dalam memperkuat konektivitas wilayah desa, meningkatkan keamanan akses masyarakat, serta menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Banjar Alas Pujung dan sekitarnya.

Identitas Kegiatan

Nama Kegiatan

Peningkatan Jembatan di Banjar Alas Pujung

Lokasi Kegiatan

Banjar Alas Pujung, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar

Sumber Dana

Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026

Volume Pekerjaan

1 Unit Jembatan

Nilai Kegiatan

Rp 579.600.600,-

Waktu Pelaksanaan

180 Hari Kalender

Pelaksana Kegiatan

TPK Desa Taro


Latar Belakang Kegiatan

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Desa Taro dalam mendukung pertumbuhan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur jembatan memiliki fungsi strategis sebagai sarana penghubung antar wilayah, jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses transportasi masyarakat, serta mendukung aktivitas sosial dan pelayanan publik.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan akses yang lebih aman dan memadai, peningkatan kualitas jembatan di Banjar Alas Pujung menjadi langkah penting untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Taro berharap akses masyarakat menjadi lebih nyaman, aman, dan mampu mendukung perkembangan ekonomi desa secara berkelanjutan.


Ruang Lingkup Pekerjaan

Berdasarkan dokumen pelaksanaan kegiatan dan rincian Surat Permintaan Pembayaran (SPP), pekerjaan peningkatan jembatan meliputi beberapa komponen utama, antara lain:

1. Pekerjaan Material Konstruksi

Pekerjaan material meliputi pengadaan dan penggunaan berbagai bahan konstruksi yang diperlukan dalam pembangunan jembatan, diantaranya:

  • pasir urug,
  • pasir beton,
  • semen portland,
  • koral beton,
  • batu belah,
  • besi beton polos dan ulir,
  • kayu kelas III,
  • kayu balok,
  • paku konstruksi,
  • dolken bambu,
  • seng gelombang,
  • kawat beton,
  • serta material pendukung lainnya.

Penggunaan material konstruksi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan teknis pembangunan agar menghasilkan struktur jembatan yang kuat, aman, dan tahan terhadap kondisi lingkungan.

2. Pengadaan Peralatan Kerja

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan, kegiatan ini juga menggunakan berbagai peralatan kerja seperti:

  • concrete mixer,
  • concrete vibrator,
  • ember kerja,
  • benang pengukur,
  • papan nama proyek,
  • serta perlengkapan teknis lainnya.

Peralatan tersebut digunakan untuk memastikan kualitas pengerjaan konstruksi sesuai standar teknis pembangunan infrastruktur desa.

3. Tenaga Kerja dan Pemberdayaan Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan tenaga kerja lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat desa. Komponen tenaga kerja meliputi:

  • pekerja,
  • tukang,
  • kepala tukang,
  • mandor,
  • tenaga pengangkut material,
  • serta tenaga teknis pendukung lainnya.

Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan tidak hanya mempercepat proses pekerjaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

4. Operasional Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini juga mencakup kebutuhan operasional pelaksanaan seperti:

  • honor pelaksana kegiatan,
  • penyusunan desain dan RAB,
  • operasional pelaksanaan kegiatan,
  • konsumsi rapat dan koordinasi,
  • hingga premi jasa konstruksi.

Seluruh proses pelaksanaan dilakukan dengan memperhatikan prinsip transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas penggunaan anggaran desa.


Manfaat Pembangunan Jembatan

Peningkatan jembatan di Banjar Alas Pujung diharapkan memberikan berbagai manfaat nyata bagi masyarakat, antara lain:

Meningkatkan Aksesibilitas

Mempermudah akses transportasi masyarakat antar wilayah banjar dan jalur aktivitas sehari-hari.

Mendukung Aktivitas Pertanian dan Perkebunan

Memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat sehingga mendukung peningkatan ekonomi warga.

Meningkatkan Keselamatan Pengguna Jalan

Dengan kondisi jembatan yang lebih baik dan kuat, risiko kecelakaan serta gangguan akses dapat diminimalisir.

Mendukung Pertumbuhan Wilayah Desa

Infrastruktur yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan wilayah pedesaan yang maju dan berkelanjutan.

Komitmen Pemerintah Desa Taro

Pemerintah Desa Taro terus berkomitmen melaksanakan pembangunan desa secara:

  • transparan,
  • partisipatif,
  • akuntabel,
  • dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui pemanfaatan Dana Desa secara tepat sasaran, diharapkan pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung terciptanya desa yang maju, mandiri, aman, dan sejahtera.

Pemerintah Desa Taro juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara hasil pembangunan demi keberlanjutan fasilitas umum yang telah dibangun.

Gerakan Desa Membangun

“Membangun Infrastruktur Desa untuk Masa Depan yang Lebih Aman, Nyaman, dan Sejahtera.”